Ada Apa Dengan Bulan Muharram?

Diposkan pada 2 September 2019

Ada apa dengan bulan muharram?

Ayo siapa yang tau sekarang sudah masuk pada bulan apa dalam kalender hijriah? Ya betul, sekarang sudah masuk kedalam bulan muharram. Bulan Muharram memiliki urutan pertama dalam kalender hijriah. Biasanya tanggal 1 Muharram diperingati oleh umat islam sebagai tahun baru hijriah. Tapi tahukah kita, bahwa sebenarnya bulan muharram ini bukanlah bulan  biasa. Lantas, ada apa sebenarnya dengan bulan yang satu ini? Yuk kita simak firman Allah swt dalam Q.S At-Taubah ayat 36 yang artinya :

Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu di keempat bulan itu” (QS At-Taubah: 36)

Dan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Bakrah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya :

Setahun terdiri dari dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram, tiga berurutan, yaitu: Dzul-Qa’dah, Dzul-Hijjah dan Al-Muharram, serta RajabMudhar yang terletak antara Jumada dan Sya’ban.”

Jadi, bulan muharram merupakan bulan haram. Apa yang dimaksud dengan bulan haram? Di dalam bahasa arab, haram memiliki arti suci atau terlarang yakni Allah melarang umat islam untuk berperang pada bulan haram. Selain itu, disebut bulan haram karena ia mengandung kemuliaan lebih dari bulan-bulan lainnya. Cukuplah kemuliaan tersebut ditunjukkan dengan julukan yang diberikan rasulullah saw kepada bulan ini yakni “bulan Allah” dan juga sabda Rasulullah saw yang artinya :

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah berpuasa di bulan Allah, bulan Muharram.” (HR. Muslim, no.1982 dari sahabat Abu Hurairah)

Dan sabda Rasulullah saw yang artinya :

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari Asyura, beliau menjawab: “Puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim, No: 1977) 

Selain dari keutamaan tersebut, bulan muharram juga menyimpan sejumlah nilai historis (sejarah) yang luar biasa, di antaranya pada tanggal sepuluh muharram disebutkan sebagai berikut :

  1. Nabi Adam ‘alaihissalam bertobat kepada Allah dari dosa-dosanya dan tobat tersebut diterima oleh-Nya.
  2. Berlabuhnya kapal Nabi Nuh di bukit Zuhdi dengan selamat, setelah dunia dilanda banjir yang menghanyutkan dan membinasakan.
  3. Selamatnya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dari siksa Namrud, berupa api yang membakar.
  4. Nabi Yusuf ‘alaihissalam dibebaskan dari penjara Mesir karena terkena fitnah.
  5. Nabi Yunus ‘alaihissalam selamat, keluar dari perut ikan hiu.
  6. Nabi Ayyub ‘alaihissalam disembuhkan Allah dari penyakitnya yang menjijikkan.
  7. Nabi Musa ‘alaihissalam dan umatnya kaum Bani Israil selamat dari pengejaran Fir’aun di Laut Merah.

Sepuluh Muharram juga disebut sebagai hari Asyura. Sayyidah Aisyah, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam menyatakan bahwa hari Asyura adalah hari orang-orang Quraisy berpuasa di masa Jahiliyah, Rasulullah juga ikut mengerjakannya. Setelah Nabi berhijrah ke Madinah beliau terus mengerjakan puasa itu dan memerintahkan para sahabat agar berpuasa juga. Setelah diwajibkan puasa dalam bulan Ramadhan, Nabi s.a.w. bersabda yang artinya :

“Barangsiapa yang menghendaki berpuasa Asyura puasalah dan siapa yang tidak suka boleh meninggalkannya.” (HR. Bukhari, No: 1489; Muslim, No: 1987)

Sehingga, hendaknya kita menyambut tahun baru hijriah ini sesuai dengan tuntunan rasulullah saw, yaitu dengan mengambil pelajaran yang bermanfaat dari sejarah masa lalu, dan mengerjakan puasa sunnah pada hari Asyura.

WhatsApp chat