fbpx

Kamu Sudah Tahu Belum? Inilah 5 Hikmah dan Makna Kurban yang Jarang Disadari

Diposkan pada 24 Juni 2022

Memasuki bulan Dzulhijjah adalah tanda bahwa Idul Adha semakin dekat. Dengan datangnya salah satu hari raya dalam Islam ini juga menjadi pertanda bahwa kurban juga akan bermula kembali. Saat-saat bahagia berbagi bersama orang-orang terdekat telah Allah persiapkan setiap setahun sekali.

Namun, pernahkah Sahabat Mulia berpikir? Masih banyak sekali orang-orang yang belum menyadari apa hikmah dan makana kurban itu sendiri. Banyak dari kita yang menjalankan Hari Raya Idul Adha sekadar ritual sholat dan berkurban. Kemudian saling berkumpul dengan keluarga atau kerabat, untuk menyantap hasil daging kurban bersama-sama. Padahal, ada pesan hebat di balik peristiwa kurban. Yuk Intip 5 hikmah dan makna kurban yang jarang disadari dalam ulasan berikut ini.

  • Hikmah dan Makna Kurban Untuk Meneladani Nabi Ibrahim as.

Perintah kurban untuk umat muslim bermula dari peristiwa Nabi Ibrahim, yang diperintahkan oleh Allah untuk mengurbankan anaknya, yakni Nabi Ismail. Nabi Ibrahim diketahui telah menunggu puluhan tahun lamanya untuk menantikan seorang anak. Keturunan yang amat disayanginya. Namun, ketika Allah memberikan perintah untuk menyembelih Nabi Ismail, Nabi Ibrahim pun melaksanakannya dengan kesungguhan. Walaupun ada perasaan bimbang dan rasa tak ingin kehilangan, Nabi Ibrahim tetap patuh dengan apa yang Allah perintahkan.

Kesungguhan dan ketulusan Nabi Ibrahim dibalas oleh Allah, dengan digantikannya Nabi Ismail dengan seekor domba. Kemudian beliau diperintahkan untuk menyembelih domba dan membagikan daging tersebut sebagai rasa syukur kepada Allah SWT. Ibadah kurban mengajarkan bahwa kita sebagai manusia tidak memiliki apapun kecuali datangnya dari Allah. Maka dari itu, sudah sepatutnya kita meneladani Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah.

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Az-Zariyat: 56)

  • Sebagai Bentuk Rasa Syukur Kepada Yang Maha Kuasa

“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.” (QS. Al-Hajj ayat 36)

Kurban mengajarkan kita bersyukur. Sebagai manusia yang memiliki kelebihan, memiliki kekuatan untuk menciptakan dan melakukan sesuatu. Harus tetap ingat bahwa sebagai manusia, kita dapat melakukan kurban, memakan daging hewan ternak, berkat Allah yang menundukkannya. Tiada kuasa selain Allah, Yang maha Menciptakan.

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berqurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus” (QS. Al Kautsar: 1-3).

  • Hikmah dan Makna Kurban Sebagai Syiar Agama Islam

Dalam proses Hari Raya Idul Adha, tidak hanya ritual menyembelih hewan. Ada takbir yang dikumandangkan saat menyambut hari raya, juga saat menyembelih hewan kurban. Kalimat Allah diagungkan, untuk menunjukkan betapa Allah Maha Besar. Serta menunjukkan betapa Islam membawa rahmat bagi manusia.

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. Al-Hajj: 32)

  • Mendekatkan Diri dan Bertaqwa Kepada Allah, Serta Memperoleh Pahala dan Berkah

Mendekatkan diri kepada Allah, menjalani perintahNya dengan penuh ketaqwaan, merupakan hikmah dan makna kurban. Hal ini juga diterangkan dalam firman Allah yang berbunyi, “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Hajj: 37)

Dari Aisyah ra, Nabi saw bersabda, “Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada hari raya Kurban yang lebih dicintai Allah SWT dari menyembelih hewan Kurban. Sesungguhnya hewan Kurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah Kurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) Kurban itu.” (HR Tirmidzi).

  • Membangun Kepedulian dan Mempererat Tali Silaturahmi

Hikmah dan makna kurban mengajarkan kita untuk senantiasa bersyukur dan mengasah kepedulian sosial. Hewan ternak yang telah disembelih, dagingnya dibagikan ke seluruh umat muslim khususnya fakir dan miskin. Semua orang yang berasa dari ekonomi atas ataupun bawah, memakan daging yang sama. Berbagi bahagia yang sama di Hari Raya.

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.” (QS. Al-Hajj ayat 28)

 

Nah gimana, sekarang Sahabat Mulia udah tahu kan Hikmah dan Makna apa aja yang sebenarnya ada dalam Idul Adha?Sungguh besar keutamaan pelaksanaan qurban pada Idul Adha.

Semoga artikel ini dapat memotivasi Sahabat Mulia sebagai umat muslim untuk menunaikan ibadah-ibadah yang bisa dilakukan di Hari Raya Idul Adha.

WhatsApp chat