fbpx

Takjub! Inilah Keutamaan 10 hari terakhir Ramadhan

Diposkan pada 27 April 2022

Tak terasa, bulan Ramadhan 1443 H telah hampir memasuki 10 hari terakhir. Di 10 hari terakhir Ramadhan ini, terdapat sejumlah amalan khusus yang dapat dikerjakan untuk meraih berkah Ramadhan.

Berikut ini amalan 10 hari terakhir bulan Ramadhan sesuai sunnah Rasulullah SAW. Berdasarkan teladan Nabi Muhammad SAW, beliau mengisyaratkan kepada umatnya untuk meningkatkan intensitas ibadah di sepertiga akhir Ramadan.

Hal itu tergambar dalam hadis riwayat Aisyah RA, ia berkata: “Ketika memasuki 10 akhir Ramadan, Nabi mengencangkan ikat pinggang, mengisi malamnya dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut ibadah,” (H.R. Bukhari).

Umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan momen Ramadhan yang akan berakhir demi meraih berkah dari Allah SWT. Pasalnya, pada Ramadhan, amal ibadah akan dilipatgandakan pahalanya, sementara perbuatan maksiat juga diganjar dosa berlipat-lipat.

Sementara seorang muslim masih diberi usia untuk menjalani Ramadan, momen itu sebaiknya dimanfaatkan seefektif dan seefisien mungkin untuk memaksimalkan berkah bulan suci ini.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Maka takutlah kalian (terhadap) Ramadan. Sesungguhnya amalan-amalan kebaikan dilipatgandakan pada bulan tersebut (Ramadan) dan begitu juga dengan amalan-amalan keburukan,” (H.R.Thabrani).

Terkhusus, pada sepertiga akhir Ramadan, Rasulullah SAW memberi teladan untuk melakukan sejumlah amalan khusus, mulai dari meningkatkan intensitas salat malam dan ibadah lainnya, mencari Lailatul Qadar, hingga memanjatkan doa penghujung Ramadan.

Amalan yang Dianjurkan pada 10 Hari Terakhir Ramadhan

Berikut ini sejumlah amalan yang dapat diterapkan pada sepertiga akhir Ramadan untuk mencari berkah di penghujung bulan puasa 1443 hijriah.

  1. Memperbanyak salat sunnah dan Tahajud

Pada momen akhir Ramadan, Rasulullah SAW memperbanyak salat sunah, mengurangi tidur, menghidupkan malam dengan ibadah, dan meningkatkan intensitas amalan baik. Hal itu tergambar dalam hadis riwayat Aisyah di atas: “Rasulullah SAW biasa ketika memasuki 10 Ramadan terakhir, beliau kencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah,” (H.R. Bukhari dan Muslim).

  1. Mengajak keluarga untuk salat malam

Sebagaimana disebutkan di atas, pada sepertiga akhir Ramadan, seorang muslim dianjurkan untuk mengajak keluarganya untuk menghidupkan salat malam, mulai dari salat Tarawih, Tahajud, hingga Witir.

  1. Iktikaf di masjid

Di 10 hari terakhir Ramadan, Rasulullah menganjurkan pengerjaan iktikaf di masjid. Hal itu berdasarkan teladan Nabi Muhammad SAW dari hadis Aisyah RA, ia berkata: “Rasulullah SAW beriktikaf pada sepuluh (malam) terakhir bulan Ramadan, hingga Allah memanggilnya”

  1. Mencari berkah Lailatul Qadar

Lailatul Qadar merupakan malam terbaik pada Ramadan. Keutamaan Lailatul Qadar digambarkan sebagai malam yang lebih baik daripada 1.000 bulan sebagaimana tergambar dalam surah Al-Qadr ayat 1-5.

Lailatul Qadar selalu datang pada setiap Ramadan. Namun, tidak ada yang tahu kapan malam Lailatul Qadar secara spesifik.

Meski demikian, Rasulullah SAW mengisyaratkan bahwa Lailatul Qadar jatuh pada malam-malam ganjil di sepertiga akhir Ramadan, yakni pada tanggal 21, 23, 25, 27, atau 30 Ramadan.

“Barang siapa beribadah pada saat malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lampau,” (HR. Bukhari).

  1. Memperbanyak sedekah

Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak sedekah pada 10 hari terakhir Ramadan.

Menyumbangkan sebagian harta kepada orang yang membutuhkan termasuk keutamaan ibadah pada Ramadan.

Hal ini sesuai dengan semangat infak (termasuk zakat) yang bertujuan untuk mempererat hubungan sesama manusia (hablum minannas), selain juga hubungan spiritual (hablum minallah).

Allah SWT berfirman dalam surah As-Sajdah ayat 16: “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka,” (QS. As-Sajdah [32]: 16).

  1. Membaca doa penghujung Ramadan

Di penghujung Ramadan, Nabi Muhammad SAW mengajarkan umat Islam untuk berdoa kepada Allah SWT sebagaimana hadis riwayat Jabir bin Abdillah.

Doa penghujung Ramadan dilafalkan sebagai berikut:

 للَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِنَا إِيَّاهُ، فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْعَلْنِيْ مَرْحُوْمًا وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ مَحْرُوْمًا

Artinya: “Ya Allah, janganlah Kaujadikan Ramadan ini sebagai Ramadan terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikannya sebagai Ramadan terakhirku, maka jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau sayangi.”

Doa ini dapat dibaca di akhir Ramadan pada malam takbiran. Doa tersebut merupakan permohonan agar pembacanya memperoleh ampunan, serta diberi usia panjang untuk bertemu dengan Ramadan tahun berikutnya.

Yuk semangat tingkatkan ibadah di 10 hari terakhir bulan Ramadhan ini dengan melakukan amalam-amalan diatas!Semoga Allah SWT memberikan ampunan kepada kita semua hingga akhirnya Allah SWT juga ridha terhadap segala kebutuhan dan keinginan kita di waktu mendatang.

WhatsApp chat